Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Subsidi Listrik Dialihkan Untuk Pemerataan dan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

Gambar
Pada tahun 2015, subsidi listrik paling besar dinikmati oleh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang mencapai Rp. 49,32 Triliun (87%). Namun demikian, pada dua golongan pelanggan ini masih terdapat rumah tangga yang tidak layak disubsidi. Sehingga di tahun 2017 Pemerintah memandang perlu memulai pengalihan dana subsidi kepada masyarakat miskin dan tidak mampu khususnya di golongan pengguna 900VA. Menurut Data Terpadu Penanganan Program Fakir Miskin, dari total 23 juta pelanggan rumah tangga daya 900 VA, hanya 4.058.186 rumah tangga yang layak diberikan subsidi. Data rumah tangga miskin dan tidak mampu ini berasal dari Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial dan dikelola oleh Tim Nasional Pecepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Undang-Undang 30 tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan mengamanatkan penyediaan dana s...

Cerita Batu Suci di Gunung Tidar

Gambar
Kisah Walisanga banyak ditulis di Babad Tanah Jawi. Salah satu ceritanya tentang Syekh Subakir. Dikisahkan, bahwa sudah beberapa kali utusan dari Arab didatangkan untuk menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa tapi selalu gagal. Kegagalan itu disebabkan karena orang-orang Jawa pada waktu itu masih kokoh memegang kepercayaan lama. Masyarakat masih senang menyembah barang-barang bertuah dan ruh-ruh Maka diutus Syeh Subakir yang dikenal memang sakti mandraguna. Beliau diutus secara khusus menangani masalah-masalah yang terkait mistis dan spiritual. Sebab, hal ini dinilai telah menjadi penghalang diterimanya Islam oleh masyarakat yang masih suka mistik. Konon kabarnya Subakir membawa batu hitam yang dipasang di seluruh Nusantara. Di Pulau  Jawa diletakkan di tengah-tengahnya yaitu di gunung Tidar, Magelang. Efek dari kekuatan gaib suci yang dimunculkan oleh batu hitam menimbulkan gejolak, mengamuklah para mahluk: jin, setan dan mahluk halus lainnya. Syeh S...
Gambar
   BABAD TANAH JAWA (Naskah “Sejarah Kuno” Dengan Segudang Penyimpangan) Babad Tanah Jawi, siapa yang tidak kenal buku yang satu ini, khususnya bagi mereka yang mendalami  sejarah dan budaya Jawa, Babad Tanah Jawa atau Babad Tanah Jawi ini adalah “buku wajib” yang harus dimiliki bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah Jawa. Buku ini seolah menggambarkan sejarah pulau Jawa secara utuh, mulai dari tokoh, asal-usul dan segudang informasi yang katanya sangat “berharga”. Sampai saat ini tidak sedikit fihak yang sangat terkagum-kagum dengan “kitab” yang satu ini. Seolah “kitab” ini adalah kitab “sucinya” bagi orang yang ing in mempelajari budaya Jawa, baik Jawa yang ada di Barat, Tengah maupun Timur. Sama seperti Naskah Wangsakerta yang penuh kontroversi namun masih sering digunakan, Babad Tanah Jawi sekalipun kontroversi, peminatnyapun juga masih banyak, bahkan dijadikan “bagian penting” atau “standar wajib” dalam menalaah dan mengukur sejarah yang ...

PEMBANGUNAN PLENGSENGAN TA. 2016 DESA REJOSARI KEC. KALIDAWIR KAB. TULUNGAGUNG

Gambar

Asal Mula Berdirinya Tulungagung

Dalam sejarah babad Tulungagung disebutkan bahwa nama Tulungagung tidaklah timbul dengan tiba-tiba. Telah banyak musim silih berganti berikut masa-masa yang dilampauinya, yang semuanya itu meninggalkan kenangan-kenangan yang tersendiri di dalam lembaran riwayat terjadinya Kota Tulungagung. Apa yang dapat kita kenang dari nama Tulungagung, Berikut catatan wartawan Mataram Timur, Hariyanto. Tulungagung berasal dari dua kata Tulung dan Agung. Kata Tulung mempunyai dua arti Pertama : Tulung dalam bahasa Sanskerta artinya sumber air atau dalam bahasa Jawa dapat dikatakan Umbul. Kedua : Tulung yang berarti pemberian, pertolongan atau bantuan. Adapun "Agung" berarti besar. Jadi lengkapnya Tulungagung mempunyai arti "Sumber air besar" atau "Pertolongan besar". Menurut Mbah Wo, Juru Kunci Eyang Agung Tjokrokoesoemo, Wajak Kidul. Meskipun sumber air dan pertolongan itu berlainan artinya, namun di dalam sejarah Tulungagung keduanya tak dapat ...

KITAB JAYA BAYA DAN RANGGA WARSITA~BABAD TANAH JAWA

Bangsa ini telah meninggalkan sejarah. Apa yang dikatakan Bung Karno : “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jas Merah)” telah terabaikan. Padahal yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perjalanan sejarah. Dan apa yang terjadi saat ini telah diprediksikan oleh para leluhur kita Prabu Jayabaya dan R.Ng. Ronggowarsito, yang mana hasil karya mereka merupakan ayat-ayat Allah. Perlu kiranya saya sampaikan cuplikan terjemahan bebas dari karya mereka : A. Prabu Jayabaya (Kitab Musarar) : 18. Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Waktu itu pajaknya rakyat adalah. Keterangan : Lung Gadung Rara Nglikasi : Raja yang penuh inisiatif dalam segala hal, namun memiliki kelemahan suka wanita (Soekarno ). Gajah Meta Semune Tengu Lelaki : Raja yang disegani/ditakuti, namun nista (Soeharto). 19. Uang anggris dan uwang. Sebab saya diberi hidang...

8 RAMALAN PRABU SRI AJI JOYOBOYO

RAMALAN PERTAMA : "Murcane Sabdopalon Nayagenggong" Sri Aji Joyoboyo yang hidup pada abad keduabelas masehi (1100-an) memprediksi agama Hindu-Buddha berkembang 1000 tahun di Nusantara beserta kejayaan bagi kerajaan yang memeluk agama tersebut. Seiring dengan perkembangan Hindu-Buddha di Tanah Jawa dan Nusantara juga lahir pula seorang utusan-Nya pembawa Islam pada 571 Masehi di Mecca yakni Rasulullah Muhammad s.a.w. sang penerima firman Allah s.w.t. tersusun dalam Al-Qur'an yang mahasuci didampingi Hadist Nabi yang dimuliakan Usai 1000 tahun berkembang Hindu-Buddha maka sudah pada tempatnya  giliran bagi yang lain, yakni akan digantikan oleh Islam sebagai agama  negara bagi kerajaan di Jawa dan Nusantara. Sri Aji Joyoboyo juga  menyatakan Dang Hyang Tanah Jawi Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo  Genggong akan murca dari marcapada selama perkembangan agama Islam pada abad kelimabelas masehi (1400-an) yang ditandai dengan bangkitnya kerajaan Islam di Jawa. Sa...